Kamis, 28 Juni 2012

Bahasa

Bahasa
A. Pengertian
                Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi, mengidentifikasikan diri (Kridalaksana 1983)
B. Hakikat Bahasa
Ø    Bahasa sebagai sistem
Ø  Bahasa sebagai lambang
Ø  Bahasa adalah bunyi
Ø  Bahasa itu bermakna
Bahasa itu arbitrer
Bahasa itu konvensional
Bahasa itu produktif
Bahasa itu unik
Bahasa itu universal
Bahasa itu dinamis
Bahasa itu bervariasi
Bahasa itu manusiawi
C. Sejarah Bahasa Indonesia
  • Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu
  • Bahsa Melayu dipilih karena:
a)      Jika Bahasa jawa digunakan, suku-suku bangsa di Indonesia akan merasa dijajah karena mayoritas (jawa)
b)      Mudah dipahami
c)       Lingua franca danmasih asli
d)      Pengguna tidak hanya di Indonesia.
D. Peristiwa Penting Dalam Perkembangan Bahasa Melayu Menjadi Bahasa Indonesia
Penyusunan ejaan resmi bahasa Melayu yang disusun oleh ahli bahasa Belanda yang bernama Ch.A. Van Ophusjen.
Tahun 1908 pendirian taman rakyat            1917 = Balai Pustaka (D.A Rinkes)
Tahun 1918           Ratu Belanda  memperbolehkan menggunakan bahasa Melayu di dalam forum;
Tanggal 28 Oktober 1928            Sumpah Pemuda dan menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa Nasional; (Muhammad Yamin)
Tahun 1933              Pujangga Baru (Sultan Takdir Alisjahbana;
Tanggal 25-27 Juni 1938             Kongres Bahasa I (Solo)
Tahun 1942-1945             Massa Jepang (kemajuan bahasa Indonesia pesat);
Tanggal 18 Agus 1945             Bahasa Indonesi sebagai bahasa negara (UUD 1945 bab XV, pasal 36).;
Penetapan Ejaan Soewandi (Repoeblik) 1947;
Penetapan EYD 16 Agus 1972
E. Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia
 
Menurut Richard,platt, dan Waber (1985 : 116) Fungsi Bahasa terdiri atas tiga fungsi utama, yaitu:
Deskriptif
Ekspresif
Sosial
                kedudukannya sebagai bahasa negara,bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
Bahasa resmi kenegaraan;
Bahasa Pengantar di lembaga-lembaga pendidikan
Bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional
Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi.
                Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional berfungsi:
Lambang kebanggan bangsa
Lambang identitas nasional
Alat penghubung antarwarga, antardaerah,dan antarbudaya
Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda.

Kalimat Efektif dan Diksi

Kalimat Efektif dan Diksi

Perhatikan kalimat di bawah ini:
  1. Kalau ada yang ditanyakan, silakan!
  2. Kalau ada yang bertanya, silakan!
                                Diukur dari kebernalaran kalimat, manakah di antara dua kalimat tersebut yang lebih efektif?
                Kalimat efektif itu menjadi alat pengungkap suatu
Gagasan dalam berkomunikasi, termasuk dalam
Komunikasi tulis.
                Berdasrkan penajelasan di atas bab ini akan
Membahas:
  1. Pilihan Kata
  2. Pengembangan Kalimat efekti dalam karangan.
                                 

  1. Definisi Diksi
                                Keraf  (2004:22) mengatakan bahwa penilihan dan pendayagunaan kata mengacu pada kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar seperti apa yang dipikir atau dirasakan oleh penulis dan pembicara.
                                Jadi, diksi merupakan pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya  untuk mengungkapkan gagasan sehingga memperoleh efek tertentu, seperti yang diharapkan.
B. Syarat-Syarat Diksi:
  1. Membedakan makna denotasi dan konotasi dengan cermat
  2. Membedakan secara cermat makna kata yang hampir bersinonim. Cth : demi=untuk, agar =supaya. Ujian = tentamen.
  3. Membedakan makna kata secara cermat kata yang mirip ejaannya. Cth : inferensi (kesimpulan) dan interferensi (saling mempengaruhi)
  4. Menggunakan imbuhan asing (jika diperlukan) harus memahami maknanya secara tepat. Cth : dilegalisir seharusnya dilegalisasi, koordinir seharusnya koordinasi
 
5. Menggunakan kata-kata idiomatik berdasarkan susunan (pasangan) yang benar.
     Cth : sesuai bagi  seharusnya sesuai dengan
 6. Menggunakan kata-kata umum dan khusus secara cermat.
     Cth : mobil (kata umum) corolla (kata khusus)
 7. Menggunakan kata yang berubah makna dengan cermat.
     Cth : isu ( berasal dari bahasa Inggris, issue berarti publikasi, kesudahan, perkara) isu (dalam bahasa Indonesia, berarti kabar yang tidak jelas asal usulnya)
 8.  Menggunakan dengan secar hemat.
9. Penggunaan kata secara konsisten.
C. Kesesuaian Kata
  1. Menggunakan ragam baku dengan cermat
  2. Menggunakan kata yang berhubungan dengan nilai sosial dengan cermat. Cth: kencing (kurang sopan), buang air kecil (lebih sopan)
  3. Menggunakan kata berpasangan (idiomatik) dan berlawanan makna dengan cermat. Cth : sesuai bagi (salah), sesuai dengan (benar)
  4. Menggunakan kata dengan nuansa tertentu.            Cth : berjalan lambat, mengesot, merangkak, merah darah, merah hati
  5. Menggunakan kata ilmiah untuk penulisan karangan ilmiah, dan komunikasi nonilmiah (surat menyurat, diskusi umum)
  6. Menghindarkan penggunaan ragam lisan (pergaulan) dalam bahasa tulis. Cth : tulis, baca, kerja (bahasa lisan), penulis, membaca (bahasa tulis)
D. Fungsi Diksi
  1. Menciptakan komunikasi yang baik dan benar
  2. Mencegah perbedaan penafsiran
  3. Mencegah salah pemahaman
  4. Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat  resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar dan pembaca
E. Pengembangan Kalimat Efektif
                               
  1. Persyaratan Kalimat Efektif
  1. Persyaratan kebenaran struktur
                Hal ini bertolok ukur kebenaran kaidah bahasa, seperti kejelasn struktur, kejelasan hunbungan fungsi sintaksis (S, P, O, K).
Contoh.1.- Tugas itu sudah kulakukan.
                                    - Tugas itu aku sudah lakukan.
                                    - Aku sudah lakukan tugas itu.
                                    - Aku tugas itu sudah kulakukan.
                                   2. Kepada hadirin dimohon berdiri!
                                       Hadirin dimohon berdiri!
                                       Hadirin kami mohon berdir!
                                 
2. Persyaratan Kecocokan
                                Persyaratan yang mengatur ketepatan kalimat dalam konteks.
Contoh.
a. Sudah lama tidak hujan. Gerimis pun tak pernah ada.
b. Kemungkinan akan ada hujan bulan ini. Gerimis pun tak pernah ada.
B. Kiat Penyusunan Kalimat Efektif
1. Kiat pengulangan
                     Menampilkan informasi penting, dengan menampilkan ulang informasi itu. 
2. Pengedepanan
                                Menonjolkan informasi dengan penempatan di awal kalimat
3. Penyejajaran
                                Posisi yang sejajar (Verba: melirik, melihat, meneliti.)
4. Pengaturan variasi kalimat
                Variasi struktur (aktif-pasif) dan variasi jenis (tanya, berita)
Soal
  1. Perbaikilah kalimat di bawah ini kalau menurut Anda Salah!
1.            Setiap pembeli berhak untuk menentukan pilihan barang. Karena itu, dia berhak pula melihat barang yang akan dibelinya.
  1. Bagi saya, hal yang dibicarakan itu bukan hal baru tetapi sangat penting dan diperlukan.
  2.  Nilai etis tersebut di atas menjadi pedoman dan dasar pegangan hidup bagi setiap warga negara Indonesia
  3. Saya sudah sarankan agar rapat di tunda pelaksanaannya  agar  anggota semua dapat hadir.
  4. Di dalam majalah itu ada memuat berita tentang Desty Yulfa.
  5. Hari ini kuliah ditiadakan.
  6. Kita perlu pemikiran-pemikiran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaiatan dengan pelaksanaan penyuluhan pertanian

RESENSI

RESENSI
Overview Materi
Resensi adalah :
                Tulisan yang berisi ulasan, pertimbangan, atau pembicaraan suatau karya (sastra, nonsastra, film, drama, dan sebagainya) dengan tujuan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca tentang sebuag karya patut mendapatkan sambutan atau tidak.
Prinsip Resensi
v  Bahasa yang digunakan harus jelas, tegas, tajam dan akurat
v  Diksi yang digunakan harus tepat, tidak konotatif, objektif,  dan proporsional,
v  Format dan resensi harus disesuaikan dengankompetensi, minat, dan motivasi pembaca
Unsur-unsur Resensi
v  Estetika perwajahan karya  yang sedang diresensi
v   Latar belakang penulis dan pengalamannya Temadan judul dikaitkan dengan minat pembaca
v   Penyajian dan sistematika karya yang diresensi
v  Deskripsi karya (Identitas buku: judul, pengarang, penerbit, tahun terbit dan tebal halman).
v   jenis kaya
v  Sinosis
v   keunggulan dan kelemahan
v   Simpulan Resensi

Tujuan Penulisan Resensi
q  Memberikan Informasi yang komprehensif
q   Mengajak pembaca untukkreatif
q   Memberikan pertimbngan kpda pembca untuk
     memlih karya yang dimilikinya.
q   Menjawab pertanyaan tentang identitas penlis
q   Memberikan pembaca gambaran
    pntas/tidak
Cara Membuat Resensi
·         Usahakan buku yang baru terbit
·         Membuat anatomi buku (identitas buku)
·         Membaca dengan detail dan catat yg pntng
·         Mulai menuis dengan memperhatiakan Unsur-unsur resensi
·         Mengoreksi (pendekatan koreksi dan Pendekatan formal